Persiapan Haji


Apa saja persiapan haji yang mesti calon jemaah haji perhatikan ? Banyak sekali. Diantaranya biaya hidup keseharian, kesehatan dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini daftar hal yang mesti dipersiapkan calon jemaah haji.

Perbarui pengetahuan tentang ibadah haji ke Tanah Suci
Tentu saja tidak ada salahnya, sembari menunggu keberangkatan ke Makkah, kita bisa selalu memperbarui wawasan ilmu agama, khususnya yang terkait dengan tata cara ibadah haji.  Selain menyempatkan diri datang ke majlis ta'lim, belajar agama dan bertanya kepada Pak Ustadz, juga mesti mengikuti manasik haji yang biaanya dilakukan beberapa bulan sebelum hari keberangkatan.

Persiapkan fisik dan kesehatan
Perbedaan kondisi cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi, membuat para peziarah perlu mempersiapkan kondisi fisiknya juga. Selain menyesuaikan pola makan Anda, sebaiknya juga menjadikan olahraga sebagai rutinitas sehari-hari. Maka, jangan lupa untuk memeriksa kondisi kesehatan secara berkala. Dengan begitu, ketika saatnya tiba, baik fisik maupun kesehatan dapat sepenuhnya dipersiapkan.

Untuk itu, setiap peziarah harus memperhatikan hal-hal di bawah ini:
  • Menciptakan dan mempertahankan kondisi fisik untuk tetap prima dengan memperhatikan diet seimbang.
  • Latih diri Anda dengan berjalan beberapa mil setiap pagi untuk membuat otot menjadi lentur. Biasakan berjalan kaki karena dalam prakteknya ziarah dilakukan dengan berjalan kaki, baik siang maupun malam.
  • Latih diri Anda dengan berjalan di bawah terik matahari. Panas di daerah tropis sebenarnya tidak seberapa dibandingkan dengan panas di Arab Saudi. Namun, praktik semacam ini dianggap cukup untuk menghadapi matahari ketika melakukan ziarah.
  • Memeriksa kesehatan ke dokter atau rumah sakit, terutama peziarah yang memiliki penyakit khusus, seperti penyakit jantung, hipertensi, asma, dan penyakit lainnya. Pemeriksaan medis itu termasuk pemeriksaan fisik seperti tanda-tanda vital, suhu, tekanan darah, laju pernapasan dan denyut nadi, diikuti oleh pemeriksaan fisik umum seperti tinggi dan berat badan, kulit, kepala, mata, telinga dan pemeriksaan dada. Lalu ada penyelidikan, seperti x-ray, pemeriksaan urin, dan elektrokardiografi (EKG). Sebelumnya, dokter juga akan mencatat riwayat medis calon jamaah.

Vaksinasi sebelum melakukan ziarah seperti yang dipersyaratkan di tanah suci juga ngga boleh dilupakan. Biasanya Anda akan diminta melakukan vaksinasi meningokokus, sebagai penyebab penyakit meningitis. Vaksin meingitis ini mesti diberikan dengan tujuan untuk menghindari diri dari wabah penyakit tersebut yang pernah terjadi di sana. Karena sebegitu pentingnya vaksin meningitis, maka suntik vaksin ini digunakan sebagai salah satu syarat untuk membuat visa haji.

Vaksin tambahan yang direkomendasikan sebelum ziarah adalah vaksin influenza, vaksin hepatitis A, vaksin hepatitis B, dan vaksin tipus dan pneumokokus. Vaksin ini harus dilakukan setidaknya dua minggu sebelum keberangkatan.

Selama berziarah, jangan lupa minum air putih secukupnya. Ingat bahwa cuaca di Arab lebih panas daripada di Indonesia, jadi jangan sampai terjadi kekurangan cairan alias dehidrasi. Tips lain, pakai juga krim yang mengandung tabir surya demi menjaga kulit agar tetap sehat sebab terlindung dari sinar UV. Selain itu Anda juga harus selalu menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan dengan sabun. Jika tidak ada air, gunakan pembersih tangan.

Sementara itu, ketika berada di ruang terbuka, saat bercampur dengan ribuan jemaah haji lainmnya, maka pentinglah melakukan upaya demi mencegah penularan berbagai penyakit, misalnya dengan cara menggunakan masker selama beribadah, menghindari tempat-tempat yang terlalu padat, dengan cara melakukan praktek ibadah di luar jam yang padat, jaga jarak Anda dengan orang lain, jauhi orang yang sakit walaupun hanya sekedar batuk dan bersin serta tutup mulut dan hidung Anda saat batuk atau bersin.


Mempersiapkan rohani dan mental
Para peziarah perlu secara sadar berniat untuk melakukan persiapan spiritual atau mental karena ia akan menyingkirkan dirinya sendiri dari segala cacat. Dengan demikian para peziarah dapat pergi ke tanah suci dalam keadaan bersih dan suci, terlepas dari semua beban duniawi yang akan memberatkan pikiran selama ziarah. Cobalah untuk membuat perjalanan spiritual ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar dan berharap ziarah akan mendapatkan ridho Allah SWT. Untuk mendapatkan haji Mabrur, jemaah haji diharapkan dapat memperdalam sikap dan sifat religius yang tulus, sabar, dan memakai uang halal.

Mengemas barang harus efisien
Setidaknya para peziarah membutuhkan 40 hari untuk melakukan ziarah di Tanah Suci. Selama waktu tersebut, dibutuhkan banyak barang untuk memenuhi kebutuhan. Supaya nggakdak terlalu banyak membawa tas barang bawaan, cobalah untuk mencari tips bagaimana mengemas yang baik. Sebagai contoh, memilih menggulung baju daripada melipatnya. Prioritaskan juga barang-barang yang lebih penting untuk dibawa. Anda dapat belajar dari pengalaman keluarga dan kerabat yang sudah pernah ke Tanah Suci. Selain itu, coba kemas terlebih dahulu, sambil memastikan barang-barang penting telah dibawa.

Siapkan pulsa telepon dan kuota internet
Pergilah ke kantor layanan operator telekomunikasi, untuk konsultasi atau menanyakan tentang pilihan terbaik dari pulsa telepon yang tepat dibawa ke luar negeri. Atau, Anda juga dapat membeli kartu SIM Arab Saudi lokal, untuk membeli kuota internet yang lebih murah. Setidaknya dengan cara ini, komunikasi dengan keluarga atau kerabat di rumah tetap terjalin dengan lancar.

Tukarkan uang sebelum berangkat
Jangan lupa tukarkan Rupiah dengan Riyal Saudi. Pertukaran bisa dilakukan di money changer atau bank. Hindari pertukaran saat waktu mepet, seperti waktu keberangkatan di bandara. Selain karena tarifnya lebih tinggi, juga khawatir stoknya tidak memenuhi karena orang yang pergi haji berjumlah ratusan ribu, bahkan jutaan. Selain itu, bawalah uang yang diperlukan, untuk keamanan dan kenyamanan saat melakukan ziarah.

Perbekalan pakaian
Bagi calon haji laki-laki, mungkin tidak terlalu ribet, namun bagi calhaj wanita, banyak sekali jenis pakaian yang harus dibawa. Misalnya saja gamis, atasan dan bawahannya, daleman, kaos kali, kerudung, alat mandi, celana panjang, jaket, pembalut, tutup kepala, mukea, sandal, peralatan tidur, kosmetik, pelembab, obat-obatan dan lain sebagainya.

Itulah beberapa persiapan ibadah haji bagi calhaj wanita dan pria termasuk persiapan mental naik haji dan persiapan perlengkapan haji yang harus disiapkan sebelum berangkat haji sehingga mendapat haji mabrur

Sumber :
https://www.dream.co.id/dinar/persiapan-naik-haji-yang-wajib-diketahui-apa-saja-180104o.html
https://hajiakbar.wordpress.com/persiapan-menghadapi-ibadah-haji/
https://www.alodokter.com/pelajari-persiapan-dan-cara-menjaga-kesehatan-saat-ibadah-haji

 
















Tag : persiapan haji
Back To Top